Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Qatar
AS Minta Negara-negara Teluk Longgarkan Blokade terhadap Qatar
2017-06-12 01:36:28

Seorang pria Palestina menggendong anaknya sembari memegang bendera Qatar dalam aksi mendukung Qatar di Jalur Gaza.(Foto: Istimewa)
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson, meminta negara-negara Teluk melonggarkan blokade terhadap Qatar, yang dituding Arab Saudi sebagai negara pendonor terorisme.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, dan Bahrain telah memutus hubungan diplomatik dengan Qatar. Pemutusan itu juga disertai larangan bagi maskapai Qatar Airways menggunakan ruang udara keempat negara tetangga.

Adapun warga negara Qatar diberi waktu selama dua pekan untuk meninggalkan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, dan Bahrain. Sebaliknya, warga keempat negara tersebut dilarang bepergian ke Qatar.

Saudi Arabia

Blokade itu, menurut Tillerson, berdampak pada sisi kemanusiaan.

"Ada konsekuensi kemanusiaan dari blokade ini. Kami menyaksikan adanya kekurangan pangan, keluarga terpaksa berpisah, dan anak-anak ditarik dari sekolah-sekolah," kata Tillerson.

Aksi pemutusan hubungan diplomatik dan perjalanan ini juga berdampak pada kerja sama regional dalam memerangi ekstremisme. Qatar merupakan tempat pangkalan udara terbesar AS di kawasan Teluk yang menampung sekitar 10.000 serdadu.

Blokade tersebut, kata Tillerson, "mencederai aktivitas AS dan bisnis internasional lainnya di kawasan". Untuk itu, Tillerson menambahkan bahwa AS mendukung upaya mediasi yang digelar Kuwait.

trumpHak atas fotoEPA
Image captionPresiden AS Donald Trump menuding Qatar mendanai terorisme dan meminta Qatar berhenti melakukannya.

Meski mendukung upaya Qatar untuk membatasi pendanaan untuk kelompok-kelompok teror, Tillerson mengatakan masih banyak yang harus dilakukan. Hal ini sejalan dengan ucapan Presiden AS Donald Trump.

"Saya memutuskan dengan Rex Tillerson bahwa saatnya tiba untuk menyeru kepada Qatar agar berhenti mendanai dan menyokong ideology ekstremis. Berhenti mengajari orang untuk membunuh orang lain.. Kami ingin Anda kembali ke persatuan negara-negara," ujar Trump.

Akhiri hubungan

Sebelumnya, Arab Saudi menyatakan Qatar harus memutus hubungan dengan kelompok Hamas di Jalur Gaza dan Ikhwanul Muslimin di Mesir jika ingin blokade diakhiri.

Arab Saudi dan tiga negara lainnya mengeluarkan daftar berisi 49 orang-termasuk pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin, Yusuf al-Qaradawi- serta 12 kelompok yang dituduh terkait milisi.

Qatar menanggapi dengan mengatakan daftar tersebut menguatkan "tuduhan tidak berdasar".

Menlu Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menilai negaranya dikucilkan "karena kami sukses dan progresif" seraya menyebut negaranya merupakan "tempat perdamaian bukan terorisme".(BBC/bh/sya)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Qatar
Inilah 13 Tuntutan dan Ultimatum Arab Saudi pada Qatar
Pengasingan Qatar, kata Erdogan, 'Berlawanan dengan Nilai-Nilai Islami'
Qatar Membuka Jalur Laut Langsung dengan Oman
AS Minta Negara-negara Teluk Longgarkan Blokade terhadap Qatar
4 Negara Arab Hentikan Hubungan Diplomatik dengan Qatar
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Valentino Rossi Juara MotoGP Assen
Hacker Berulah, Microsoft Kebobolan Data Rahasia Besar
Haedar Nashir: Mengajak Orang untuk Menyelamatkan Bangsa Itu Musuhnya Berat
Nelly Juliana: Kepada Yang Terhormat : Bapak Presiden Jokowi
Inilah 13 Tuntutan dan Ultimatum Arab Saudi pada Qatar
Lebih 100 Orang Hilang Akibat Longsor Menghancurkan 40 Rumah di Sichuan, China
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Tempat Ahok Bukan di Mako Brimob, Namanya Juga Lapas Mana ada yang Kondusif dan Nyaman
Polisi Menangkap 7 Tersangka Kasus Perampok Modus Gembos Ban di SPBU Daan Mogot
Kronologi OTT Kasus Suap Gubernur Bengkulu dan Istri, KPK Sita Rp 1 M
Para Pemimpin Agama dan Adat Dunia Terjun 'Melindungi Lingkungan'
FMIG Kecam Tindakan Oknum Brimob Lakukan Kekerasan terhadap Wartawan Antara
Yusril Menyambut Baik Tawaran Rizieq Membentuk Forum Rekonsiliasi dengan Pemerintah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]