Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Simulator SIM
AKBP Teddy Rusmawan Bawa Sekardus Berkas Simulator SIM
Friday 04 Jan 2013 11:14:00

AKBP Teddy Rusmawan saat menghadiri panggilan KPK, Jumat (4/1) pagi.(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - AKBP Teddy Rusmawan saksi terkait kasus simolator SIM menghadiri panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (4/1). Padahal ia dijadwalkan diperiksa KPK, Selasa (2/1) lalu. Kehadirannya kali ini, ia membawa satu kardus berkas terkait kasus Simulator SIM yang siap ditunjukkan kepada penyidik KPK.

Teddy menjelaskan bahwa akan memberikan keterangan dan data-data semua yang terkait Simulator SIM. Katanya, pemanggilan ini terkait klarifikasi pemeriksaan yang lalu. Bahkan, ia saat ini membawa bukti-bukti yang akan ditunjukkan kepada penyidik KPK. "Ada kwitansi, dan segala macam, ada pembukuan sesuai yang diminta penyidik," ujar Teddy yang membawa kardus air mineral berisi berkas-berkas.

Namun, ia masih tidak mau menerangkan lebih jauh apa saja yang akan dijelaskan pada penyidika KPK nanti. Intinya, katanya, masih terkait dengan klarifikasi saja. "Kalau isinya repot dong kan belum selesai semua. Tersangka baru satu. Kalau saya jawab semua nanti tersangka yang lain bagaimana?," katanya.

Apakah ada tersangka lain? Atau mungkin atasannya Djoko Susilo?, "wallahualam deh saya ngak tahu. Itukan penyidik yang punya. Masalah penggelembungan anggaran, kita tidak ikut-ikutan tuh. Kita kan cuma panitia doang. Itu masuk kepada delik yang lain. Kalau kita panitianya saja, kalau masalah lelang karena sudah sesuai prosedur," tambahnya.

Teddy Rusmawan dipanggil KPK untuk saksi Djoko Susilo. Selain Teddy, hari ini KPK juga memeriksa Dendy Prasetya (tersangka) yang menangani masalah Simolator SIM.

Menanggapi ketidakhadirannya pada panggilan tanggal 2 kemaren, ia karena dirinya tidak menerima surat dari KPK, sebab KPK mengirim surat pemanggilannya hanya lewat Tiki (titipan kilat).

Itu sebabnya ia menilai panggilan KPK itu dinilai aneh. "Memang panggilannya yang aneh. Kenapa saya bilang aneh, karena pemanggilannya lewat tiki (titipan kilat). Jadi memang tidak sampai, makanya baru hari ini (Jum'at) sesuai panggilan tanggal dua, saya datang hari ini," jelasnya.

Jadi, terangnya, tidak benar jika dirinya disebut mangkir. "Oh tidak, ini yang saya bilang ke teman-teman semua, kalau dibilang mangkir, tidak dipanggilpun sesuai perjanjian saya hadir. Kalau di Brimob dulu status saya kan beda. Saya ditahan waktu itu," pungkasnya.(bhc/din)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Kasus Simulator SIM
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Awas' Miras Oplosan, 8 Orang Tewas !
Seishukan Indonesia Datangkan Master Samurai Jepang
Kawanan Sapi Huni Taman Kota Idi Rayeuk, Aceh
Ledakan Gas di Taiwan, 22 Tewas
Per Hari Ini, Penjualan Solar dan Premium Mulai Dibatasi
Tak Ada Alasan, KPU Harus Hentikan Pembongkaran Kotak Suara
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Tak Ada Alasan, KPU Harus Hentikan Pembongkaran Kotak Suara
Anak 11 Tahun Tewas Saat Acara Bagi-bagi Uang di Rumah JK
Hari Pertama Lebaran, Rutan dan Lapas Dipadati Pembesuk
Ribuan Jama'ah Muhammadiyah Padati GOR Segiri Samarinda
PT Freeport Akan Mulai Ekspor Kembali Bulan Agustus
Selain Gugat Pilpres, PPP: Tapi Juga Upaya Meluruskan Demokrasi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer | Buku Tamu

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]