Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Kekerasan terhadap Wartawan
AJI: Kekerasan terhadap 20 Jurnalis Saat Aksi 22 Mei Harus Diusut
2019-05-25 01:42:03

Ilustrasi. Tampak suasana saat terjadi ricuh aksi demo di sekitar depan kantor Bawaslu, Jl HM Thamrin, Jakarta, Rabu (22/5).(Foto: BH /sya)
JAKARTA, Berita HUKUM - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menyatakan, sebanyak 20 jurnalis yang menjadi korban kekerasan saat bertugas meliput Aksi 21-22 Mei 2019. Kekerasan itu terjadi di beberapa titik kerusuhan di Jakarta, seperti di kawasan Thamrin, Petamburan, dan Slipi Jaya, Jakarta.

"Pihak kepolisian dan massa aksi diduga menjadi pelaku kekerasan tersebut," kata Ketua AJI Jakarta, Asnil Bambani Amri melalui keterangan tertulis yang diterima Tirto, Jumat (24/5).

Menurut Asnil, 20 jurnalis itu mendapat kekerasan berupa pemukulan, penamparan, intimidasi, persekusi, ancaman, perampasan alat kerja jurnalistik, penghalangan liputan, penghapusan video dan foto hasil liputan. Bahkan pelemparan batu, hingga pembakaran motor milik jurnalis.

"Mayoritas kasus kekerasan itu terjadi saat para jurnalis meliput aksi unjuk rasa di sekitar Gedung Bawaslu, di kawasan Thamrin. Beberapa kasus di antaranya, aparat kepolisian melarang jurnalis merekam aksi penangkapan orang-orang yang diduga sebagai provokator massa," kata Asnil.

Asnil mengatakan, para jurnalis itu tetap mengalami kekerasan walaupun sudah menunjukkan kartu pers kepada aparat. Menurut dia, sikap aparat itu tidak menghargai kerja jurnalis, padahal tugas wartawan telah dilindungi oleh UU Pers.

"Sampai saat ini AJI Jakarta masih mengumpulkan data dan verifikasi para jurnalis yang menjadi korban. Tak menutup kemungkinan, masih banyak jurnalis lainnya yang menjadi korban, dan belum melapor," ungkap dia.

Atas kejadian itu, kata dia, AJI Jakarta dan LBH Pers mengecam keras aksi kekerasan dan upaya penghalangan kerja jurnalis yang dilakukan oleh aparat Kepolisian maupun massa aksi 22 Mei.

Sebab, perbuatan itu termasuk pelanggaran pidana yang diatur dalam Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Setiap orang yang menghalangi kebebasan pers diancam penjara maksimal dua tahun, dan denda maksimal Rp500 juta.

"Mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis, baik oleh polisi maupun kelompok warga," kata dia.

Ia pun meminta para pemimpin media bertanggung jawab atas keselamatan jurnalis saat bertugas di lapangan guna menghindari kejadian serupa.

Kasus kali ini merupakan kasus kekerasan terhadap jurnalis yang terburuk sejak reformasi. Atas tindakan itu, AJI Jakarta dan LBH Pers mengecam keras aksi kekerasan dan upaya penghalangan kerja jurnalis yang dilakukan oleh aparat kepolisian maupun massa aksi.

Berikut data AJI Jakarta terkait kasus kekerasan terhadap jurnalis:

1. Budi, kontributor CNN Indonesia TV, mengalami kekerasan fisik, perampasan alat kerja dan penghalangan liputan oleh aparat Polisi.

2. Intan, jurnalis RTV, mengalami persekusi oleh massa aksi.

3. Rahajeng, jurnalis RTV, mengalami persekusi oleh massa aksi.

4. Draen, jurnalis Gatra, mengalami kekerasan fisik dan diusir oleh polisi.

5. Felix, jurnalis Tirto, dihalangi saat liputan.

6. Dwi, jurnalis Tribun Jakarta, mengalami kekerasan tidak langsung, kepala bocor terkena lemparan batu massa aksi.

7. Ryan, jurnalis CNNIndonesia.com, mengalami kekerasan fisik, perampasan alat kerja dan penghalangan liputan oleh aparat polisi.

8. Seorang reporter lainnya dari CNNIndonesia.com juga mengalami penghalangan peliputan dan perampasan paksa alat kerja oleh polisi.

9. Ryan, jurnalis MNC Media, alat kerjanya dirampas oleh massa aksi.

10. Fajar, jurnalis Radio MNC Trijaya, mengalami kekerasan fisik, penghapusan karya jurnalistik dan penghalangan liputan oleh aparat polisi.

11. Fadli, jurnalis Alinea.id, mengalami kekerasan fisik dan penghalangan liputan.

12. Fahreza, jurnalis Okezone.com, mengalami perusakan alat kerja/motor oleh massa aksi.

13. Putera, jurnalis Okezone.com, mengalami perusakan motor oleh aparat.

14. Aji, jurnalis INews TV, mengalami kekerasan fisik dan diusir oleh aparat kepolisian.

15. Setya, jurnalis TV One, mengalami kekerasan fisik dan penghalangan liputan oleh aparat polisi.

16. Ario, VJ Net TV, mengalami perusakan alat kerja/motor dibakar.

17. Yuniadhi, fotografer Kompas, motornya dirusak.

18. Topan, fotografer Tempo, mengalami kekerasan tidak langsung, matanya kena serpihan dari bom molotov massa aksi.

19. Niniek, jurnalis AP, mengalami persekusi online (doxing).

20. Seorang kru ABC News mengalami intimidasi oleh aparat polisi.(dbs/tirto/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Kekerasan terhadap Wartawan
TSK Penganiyaya Wartawan Tidak Juga Ditahan Hingga Berkas Dilimpahkan ke Kejari Kaur
AJI: Kekerasan terhadap 20 Jurnalis Saat Aksi 22 Mei Harus Diusut
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Rekam Aksi Beringas Brimob Saat demo, Wartawan CNN Dianiaya
Wartawan Korban Penganiyaan Mengklarifikasi terkait Jumpa Pers Pemda Kaur
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kepala Balai Karantina Pertanian Semarang Akan Tuntut Balik Polda Jateng dan PT Katama Surya Bumi
Sambangi Komnas HAM, LKBHMI Minta Dalang Kerusuhan 21-22 Mei di Ungkap
Amien Rais: Seorang Muslim Tidak Boleh Berpikir Kalah di Dunia, Menang di Akhirat
Mahasiswa Hukum UBK Lakukan Penelitian di PPWI terkait UKW
Pukul Hakim di Persidangan, Tomy Winata Himbau DA Agar Patuh dan Taat Hukum
Pos Indonesia Tak Boleh Ditutup
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0
PKS: Prabowo Bertemu Jokowi Bukan Berarti Bergabung
KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
Kubu Prabowo Ajukan Permohonan Kedua Ke MA, Begini Ceritanya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]