Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Penipuan
2 Pelaku Penipuan Berkedok Undian Berhadiah Melalui SMS Dibekuk
2021-03-01 23:05:38

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus didampingi Kabagbinopsnal Ditreskrimum PMJ dan jajarannya saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (1/3)..(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Polda Metro Jaya berhasil membekuk 2 tersangka pelaku tindak pidana penipuan dengan modus mengirimkan promo undian berhadiah melalui pesan singkat (SMS). Kedua tersangka berinisial U dan HS.

"Kami berhasil amankan 2 tersangka dengan peran masing-masing. Mereka melakukan penipuan dan penggelapan melalui SMS, modusnya mereka menawarkan adanya undian harapan. Dia kirim acak, random, dia pakai alat khusus menggunakan modem," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, di Mapolda Metro Jaya, Senin (1/3).

Yusri menjelaskan, kedua tersangka mengaku baru satu kali melakukan penipuan, dan menjalankan aksi penipuan dengan belajar secara otodidak (bakat alam).

"Tapi keuntungannya setelah kami dalami hampir Rp 200 juta per bulan, dengan cara menipu random seperti ini," terang Yusri.

Lanjut Yusri mengungkapkan, cara pelaku melakukan penipuan merupakan modus lama, namun ada saja masyarakat yang menjadi korban.

"Pembelajaran kepada masyarakat tolong apabila ada modus seperti ini menjanjikan dapat undian harapan dan lainnya, ini tidak benar," ujar Yusri.

"Tolong dicroscheck yang benar, hampir rata-rata tidak benar, termasuk modus ini. Dia menjanjikan Anda dapat undian harapan, kemudian silakan hubungi ke nomor Whatsapp sekian atau menghubungi melalui website khusus yang dia sebutkan, di situ tinggal diklik, kemudian dia berikan bagaimana prosedur semuanya, terakhir silakan Anda mentransfer uang Rp 300.000 hingga jutaan. Dia mainkan sampai orang terpengaruh untuk mentransfer uang," paparnya.

Tersangka HS, tambah Yusri, berperan melakukan penipuan dan menyebarkan undian bohong melalui SMS secara random.

"Kalau perannya U, dia menyiapkan nomor rekening untuk menampung orang untuk mentransfer. Kemudian, setelah uang masuk dia cepat mengambil uangnya," tukasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP dan atau Pasal 28 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 ayat (1) juncto Pasal 2 ayat (1) huruf q, r dan z, UU No 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dengan ancaman hukuman 6 hingga 20 tahun penjara.(bh/amp)


 
Berita Terkait Penipuan
 
Helene Sienca Ternyata Pernah Ditipu, Beli Tas Online Malah di PHP
 
Siber Polda Metro Ungkap Penipuan Berkedok Lowongan Kerja di BNI
 
Kasus Dugaan Penipuan Rp 1 Miliar, Pakar Hukum: Jika Tidak Ada Kejelasan Harus Dipertanyakan
 
Dua Terdakwa Kasus Penipuan Dituntut Jaksa 18 Bulan Penjara
 
2 Pelaku Penipuan Berkedok Undian Berhadiah Melalui SMS Dibekuk
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bamsoet Dampingi Presiden Joko Widodo Buka Indonesia International Motor Show 2021
HNW Apresiasi Pernyataan Ramadhan Presiden Biden
Waspada Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim
AJI Desak Kepolisian Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Jurnalis Nurhadi
Helene Sienca Ternyata Pernah Ditipu, Beli Tas Online Malah di PHP
Azis Syamsuddin: 17 Produk Dibuat di Dalam Negeri, APBN Bisa Hemat Rp225 Triliun
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Waspada Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim
Aplikasi SINAR Resmi Diluncurkan, Polri: Pembuatan dan Perpanjangan SIM Cukup Lewat Online
Beda dengan Kapolri, Pengamat Terorisme Sebut Teroris ZA Bukan 'Lone Wolf'
Habib Salim Segaf Aljufri: Tugas Parpol Melakukan Pendidikan Politik Etika
Bocor Lagi, 533 Juta Nomor Ponsel dan Informasi Data Pengguna Facebook Dicuri
Polri-Bea Cukai Gagalkan Peredaran 42 Kg Sabu dan 85 Ribu Butir Ekstasi Jaringan Malaysia-Batam-Medan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]