Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Bentrokan
2 Hari Bentrok Antarwarga Adonara Tengah di Flores Timur, 1 Tewas dan 3 Luka-luka
2019-06-07 04:09:49

Aparat kepolisian dan TNI diterjunkan untuk mengamankan bentrokan warga Desa Nubalema 2 dengan Desa Wewit, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).(Foto: Istimewa)
FLORES TIMUR, Berita HUKUM - Bentrok antarwarga bukan hanya terjadi pada warga di Naibonat, Kabupaten Kupang, bentrok berdarah juga terjadi di Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Bentrokan juga terjadi antarwarga Desa Nubalema 2 dan Desa Wewit, di Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) Bentrokan itu mengakibatkan satu orang tewas dan tiga lainnya terluka. Korban yang meninggal dan terluka itu adalah warga Desa Nubalema 2.

Bentrokan antarwarga desa tersebut terjadi sejak Rabu (5/6) hingga Kamis (6/6). Kasat Reskrim Polres Flotim, AKP Joni Frans M Sihombing mengatakan, bentrokan itu terjadi berawal dari perselisihan antarkelompok anak muda pada Rabu sore. Perselisihan itu berlanjut dengan aksi pelemparan batu yang mengakibatkan ada korban meninggal dunia dari kelompok orang muda Desa Nuba Lema 2.

"Satu meninggal dunia dan tiga orang terluka," ungkap Joni, melalui pesan singkat, Kamis malam (6/6).

Selain korban jiwa, tiga rumah warga Desa Wewit turut dibakar massa.

Ia mengatakan, pada pukul 17.20 Wita telah tiba delapan orang yang diduga sebagai pelaku atas penganiayaan yang mengakibatkan warga desa Nubalema 2 tewas.

"Kedelapan orang yang diduga sebagai pelaku didampingi oleh Sekertaris Desa Wewit," ujarnya.

Kedelapan orang yang diduga sebagai pelaku penganiayaan dikawal oleh Personil BKO Polres Flotim dan Polsek Adonara Tengah yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Flotim.

"Selanjutnya ke delapan orang yang diduga sebagai pelaku/saksi kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia diamankan di ruang tahanan Polres Flotim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Joni.

Korban luka dievakuasi ke Puskesmas Waiwerang, Adonara Tengah, sedangkan satu korban lagi dilarikan ke RSU Dr Hendrikus Fernandez di Larantuka, ibu kota Flores Timur (Pulau Flores), namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Informasi yang dihimpun bentrok warga juga menyebutkan satu korban menderita luka tembak di mata dirujuk ke Larantuka.

Sementara, bentrokan di Adonara ini dikabarkan tidak ada hubungan dengan bentrokan yang diduga kuat antara kelompok perguruan pencak silat di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang pada hari yang sama, yang juga menelan satu korban tewas dan empat korban luka.

Saat ini, aparat gabungan TNI-Polri telah diterjunkan untuk melakukan pengamanan di lokasi bentrokan. Sementar situasi berangsur kondusif.(dbs/kompas/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Bentrokan
2 Hari Bentrok Antarwarga Adonara Tengah di Flores Timur, 1 Tewas dan 3 Luka-luka
Bentrok Kembali Terjadi di Buton, 2 Warga Tewas 8 Luka-luka dan 87 Rumah Terbakar
Polres Flotim Amankan Pelaku Pemukulan H Salwa, Situasi Kini Kondusif
Diduga Kurang Respon Tuntutan Warga, Kantor Polsek Adonara Timur Dirusak Warga
Massa Bentrok dengan Brimob di Sumbawa Barat
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
97 Penipuan Berkedok KPK, Masyarakat Diminta Waspada
Tulisan Kaligrafi di Pintu Masuk Ruang Sidang MK Ini Bikin Merinding
Menhan: Kepolisian Seluruh Dunia Ada di Bawah Kementerian Bukan di Bawah Presiden
Status Anak Perusahaan BUMN: Adalah BUMN
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Baleg DPR Harapkan Keseriusan Pemerintah Bahas Undang-undang
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Arief Poyuono: Paslon 01 Mesti Didiskualifikasi, KPU Enggak Paham BUMN Sih..
Sambangi MK, Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi Bawa Bukti yang Menghebohkan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]