Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Kementerian Pertanian
2 Buku Balitbang Kementan: Swasembada Pangan dan Pertanian Berbasis Ekoregion
2016-04-21 06:51:58

Balitbang Pertanian Kementerian Pertanian meluncurkan 2 buku berjudul: 'Pembangunan Pertanian Berbasis Ekoregion' dan 'Memperkuat Kemampuan Swasembada Pangan',(Foto: BH/rar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pertanian pada Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan dua buku berjudul: 'Pembangunan Pertanian Berbasis Ekoregion' dan 'Memperkuat Kemampuan Swasembada Pangan', pada, Rabu (20/4) di gedung Balitbang Pertanian Kementan, Jalan Pasar Minggu, Jakarta.

Dalam sambutannya, Kepala Balitbang Pertanian Kementerian Pertanian, Dr. Muhammad Syakir, mengatakan bahwa terdapat dua hal besar yang dihadapi sektor pertanian, yaitu alokasi sumber daya lahan yang mengabaikan kepentingan masyarakat petani serta pembangunan pertanian yang cenderung eksploitatif terhadap sumber daya alam.

"Memang tidak mudah mengatasi dua permasalahan tersebut. Namun dengan menyelaraskan prinsip-prinsip keseimbangan yang berwawasan keadilan social, keterpaduan dan kerjasama antar pihak dalam suatu forum dapat mengatasi dua permasalahan tersebut," papar Syakir.

Buku berjudul: 'Pembangunan Pertanian Berbasis Ekoregion' menyoroti secara kritis berbagai isu yang relevan seperti dimensi pembangunan ekoregion dan evaluasi kinerja pendekatan ekoregion dan dukungan politik serta kebijakan. Adapun pembangunan berbasis ekoregion merupakan pembangunan dengan pendekatan terpadu dalam suatu wilayah yang mengintegrasikan kepentingan ekonomi, social dan ekologi.

Buku: 'Pembangunan Pertanian Berbasis Ekoregion' diterbitkan dengan tiga tujuan, yaitu me review sejumlah program pembangunan berbasis wilayah yang telah dilakukan pemerintah, mengkaji sejumlah factor penyebab degredasi dan penurunan produktivitas sumber daya lahan dan memformulasikan konsep pembangunan ekoregion khususnya di sector pertanian.

Menggali Pemikiran Kritis Melalui Topik Swasembada Pangan

Berbagai program pertanian guna mencapai swesembada pangan telah dilaksanakan dalam waktu yang lama. Namun disadari, tantangan yang dihadapi semakin bertambah. Penyebab utama adalah : semakin terbatasnya sumber daya pertanian, yaitu lahan, air, vegetasi dan sumber daya manusia. Sementara itu, resiko produksi pertanian semakin berjalan seiring meningkatnya keragaman perubahan iklim global yang menyebabkan banjir, kekeringan maupun peningkatan serangan OPT dan dibagian lain bahwa liberalisasi pasar turut mendorong terjadi peningkatan resiko harga. Demikian sambutan yang diberikan, Kepala Balitbang Pertanian Kementerian Pertanian, Dr. Muhammad Syakir pada halaman sambutan buku 'Memperkuat Kemampuan Swasembada Pangan'.

Buku 'Memperkuat Kemampuan Swasembada Pangan', berupaya menggali berbagai pemikiran kritis terhadap masalah pembangunan pertanian terutama pangan dan merumuskan langkah pencapaian swasembada pangan. Kristalisasi pemikiran yang muncul pada isi buku, mengarah pada perlunya upaya memperbaiki kemampuan ekplorasi sumber daya pertanian pada wilayah yang lebih luas, penyusunan blue print dan pembangunan pangan dan pertanian wilayah serta penguatan kelembagaan ditingkat birokrasi dan masyarakat petani.(bh/rar)

Share : |

 
Berita Terkait Kementerian Pertanian
DPR RI: Kinerja Mentan Amran Terbaik
Sebaran Kartu Tani Jadi PR Bagi Kementan
Forum Kerjasama Agribisnis Indonesia-Singapura Tingkatkan Ekspor Hortikuktura
Kementan dan Polri Tingkatkan Sinergitas Guna Perketat Pengawasan
Akselerasi Ekspor, Menteri Amran Percepat Pengurusan Izin dari 13 Hari Menjadi 3 Jam
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Ketua DPRD Kaltim: Jembatan Kelay dan Sambaliung di Berau Terancam Roboh
Pandangan KPU, Bawaslu, DKPP, dan Ahli MK tentang Pemilu 'Serentak'
Sedulur Jokowi Apresiasi Sikap Tegas Presiden Jokowi akan Copot Menteri Jika Tidak Serius Kerja
Legislator Kritisi Tingginya Angka Pengangguran di Indonesia
Sindir RY, Gerindra Ingatkan Bahaya DNA Koruptor di Bogor
Miliki Tugas Yang Rentan, Kemenkumham Dorong Perbaikan BHP
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Miliki Tugas Yang Rentan, Kemenkumham Dorong Perbaikan BHP
Jaksa Agung Harus Non Partisan, Pengamat: Yang Penting Jangan Terafiliasi dengan Parpol
Buku Merah: Polisi 'Semestinya' Tindak Lanjuti Temuan Investigasi IndonesiaLeaks
BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi
BEM SI Kembali Gelar Aksi Siang Ini Mendesak Jokowi Terbitkan Perppu KPK
Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]