Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
KPK
127 Calon Pimpinan KPK Ikuti Seleksi Tahap Dua
Monday 25 Jul 2011 13:53:

Logo KPK.(BeritaHUKUM.com/riz)
JAKARTA-Sebanyak 142 calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lolos seleksi administrasi, mengikuti tes tahap kedua. Dalam tahap ini mereka diuji menulis sebuah makalah tetang pemberantasan korupsi. Namun, dari 142 calon, hanya 127 calon yang diperkenankan ikut seleksi. Sisanya dilarang ikut, karena terlambat datang, saat seleksi yang berlangsung di gedung Kementerian Hukum dan Hak asasi Manusia (Kemenkumham), Jakarta, Senin (25/7), yang dimulai pukul 09.00 WIB.

Para peserta seleksi, kata Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK Patrialis Akbar, diberi waktu selama empat jam untuk menuliskan pemikirannya tentang perkembangan korupsi dan strategi penanggulangannya. Dari makalah itu, panitia berharap bisa mengetahui tentang visi dan misi peserta dalam pemberantasan korupsi selain soal, komitmen, kompetensi, dan kontribusi mereka.

“Tes makalahnya selama empat jam. Mereka bisa bekerja dengan tenang, meski ruang lingkup penulisan makalah berat. Dari enam ruang lingkup ini, angka dan nilainya berbeda-beda," kata Patrialis yang juga merupakan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham).

Patrialis menjelaskan, penilaian terhadap makalah peserta akan dilakukan oleh akademisi yang berjumlah 18 orang. Para penilai itu berasal dari universitas ternama dan akan melakukan penilaian dengan sistem anonim, sehingga tidak akan mengetahui nama pembuat makalah. Hasil ujian tertulis ini akan diumumkan pada Kamis (28/7) mendatang. "Mulai nanti sore mereka (penilai-red) akan mulai bekerja," kata Patrialis.

Diungkapkan, dalam ujian ini, peserta yang lolos tidak ditentukan, melainkan akan dicari sesuai ranking. Dari jumlah ini akan dijaring 30-50 orang. Selanjutnya, pansel kembali akan menyeleksi kembali hingga menemukan delapan orang untuk duduk di kursi pimpinan KPK. "Nanti tergantung rankingnya. katakanlah 142 ini nanti yang memiliki ranking delapan itu ada 30, ya berarti 30. Mereka akan mengikuti tes tahap berikutnya,” imbuh politisi PAN ini.

Animo Masyarakat
Sekretaris Pansel Ahmad Ubbe mengatakan, tes penulisan juga telah dilakukan oleh para calon pimpinan KPK mulai tanggal 20 Juni 2011 lalu. Namun, penulisan tersebut lebih kepada alasan mendasar atau pribadi para peserta mengikuti tes pemilihan pimpinan KPK. Dari 233 peserta yang mendaftar untuk menjadi pimpinan KPK, Pansel meloloskan 142 nama yang dapat melenggang ke tahap selanjutnya. Mereka terdiri dari berbagai latar belakang profesi. Dari 142 tersebut ada 133 calon laki-laki dan wanita sembilan orang.

Pansel melihat adanya penurunan animo masyarakat terkait pemilihan pimpinan KPK sekarang ini. Hal itu setidaknya terlihat dari sedikitnya saran dan kritik yang masuk ke kotak surat panitia. Jumlah kritik dan saran dari masyarakat yang diterima pihaknya jauh lebih sedikit dibandingkan ketika Pansel menggelar pemilihan calon Pimpinan KPK pengganti Antasari Azhar. Pada 2010 lalu, saat pemilihan Busyro Muqoddas, Pansel menerima sebanyak 2.000 kritik dan saran dari masyarakat. Sementara pemilihan sekarang Pansel, hitungan sementara kritik dan saran yang dikirim masyarakat sekitar 500-an atau terjadi penurunan hingga 75 persen.

Sekitar 400 dari 500 lebih pesan yang dikirim oleh masyarakat mayoritas masuk ke nomor layanan pesan singkat (SMS) yang disediakan Pansel. Pesan tersebut mulai masuk sejak Pansel mengumumkan peran serta masyarakat untuk memberikan masukan terhadap 142 calon pimpinan KPK yang lolos seleksi administrasi, 25 Juni 2011 lalu. Tapi rata-rata pesan yang masuk berupa dukungan, bukan kritik atau saran seperti diharapkan pansel.

Pansel juga menerima kritik dan penolakan terhadap Chandra Hamzah, Wakil Ketua KPK yang yang berlatar belakang pengacara. Hal ini terkait dengan pernyataan tersangka sekaligus buron kasus dugaan korupsi Wisma Atlet SEA Games 2011, Muhammad Nazaruddin, yang menyatakan adanya pertemuan rahasia antara dirinya dengan Chandra bersama Anas Urbaningrum dan Benny K Harman. Meski sudah dibantah Cahndra, tudingan itu berbuah penolakan bagi Chandra. “Penolan banyak melalui SMS, tapi kami tidak langsung menelan mentah, semuanya akan dicek dan ricek," jelasnya.(bie)

Share : |

 
Berita Terkait KPK
Gerakan Mahasiswa - Pemuda untuk Keadilan Desak Pimpinan KPK agar Copot Novel Baswedan
Bambang Widjojanto Anggap 5 Poin Petisi Pegawai KPK Itu Mengerikan
KPK Raih Penghargaan Lembaga Terpopuler di Media
KPK: Dokumen Stranas Resmi ke Istana
Kelola Dana Rp370 Triliun, KPK - BPJS Ketenagakerjaan Tanda Tangani Nota Kesepahaman
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Tulisan Kaligrafi di Pintu Masuk Ruang Sidang MK Ini Bikin Merinding
Menhan: Kepolisian Seluruh Dunia Ada di Bawah Kementerian Bukan di Bawah Presiden
Status Anak Perusahaan BUMN: Adalah BUMN
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Baleg DPR Harapkan Keseriusan Pemerintah Bahas Undang-undang
Perjuangan Tim Medis Muhammadiyah Menembus Blokade Banjir di Konawe Utara
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Arief Poyuono: Paslon 01 Mesti Didiskualifikasi, KPU Enggak Paham BUMN Sih..
Sambangi MK, Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi Bawa Bukti yang Menghebohkan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]