Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Pasar
#SavePasarTuri Jadi Trending Topic Twitter, Siapa Peduli?
2018-09-09 18:55:01

#SavePasarTuri Jadi Trending Topic di Twitter.(Foto: twitter)
SURABAYA - Polemik Pasar Turi Surabaya, Jawa Timur yang tak kunjung selesai mendapat sorotan warganet. Hastag #SavePasarTuri hari ini Minggu (9/9) jadi trending topic di media sosial twitter.

Hastag #SavePasarTuri mengalahkan hastag #Tocrh RelayAsianParaGames2018 dan #HariOlahragaNasional.

Dilihat dari kicauannya, warganet menyoroti polemik sepinya pengunjung Pasar Turi sejak dibuka 3 tahun lalu. Pengelola telah melakukan serah terima kunci toko, namun pengunjung tak pernah datang.

Warganet menyebut penyebab sepinya Pasar Turi karena polemik berkepanjangan antara pengembang dan Pemkot Surabaya. Padahal kior-kios sudah terisi. Seperti disampaikan akun @radityadhikan.

Bahkan akun @RimaSeptianis menyebut, sepinya Pasar Turi karena tidak adanya keinginan Pemkot untuk kembali menghidupkan Pasar Turi ini.

"Tanda belum ada kemauan Pemkot memasksimalkan Pasar Turi Baru." tulis @RimaSeptianis.

Ramainya perbincangan Pasar Turi mendapat tanggapan dari akun @masfiadiana. Diakuinya, isu itu telah mengingatkannya pada masa setahun lalu dimana ia sedang menyelesaikan tugas akhir di kampus. Skripsinya mengambil objek penelitian Pasar Turi. Ia menyorot tentang kondisi pasar turi yang konon melegenda tetapi kemudian mati suri.

Diketahui, dari akun @Hilal_ramadlan; para pedagang Pasar Turi Surabaya berharap agar semua pihak terkait segera menuntaskan persoalan khususnya solusi atas revitalisasi pasar. Pasalnya, sudah bertahun-tahun pedangang dirugikan dan menjadi korban dari konflik dan proses yang berlarut-larut.

"Sampai sekarang pedagang belum mendapatkan sertifikat. Izin operasional dari Pemkot Surabaya belum keluar," kata Hilal dalam tweetnya.

Ia mengaku sangat resah dengan keadaan sekarang lantaran nasibnya seolah dibiarkan menggantung. Keresahan itu semakin menjadi-jadi setelah melihat pengunjung dan pembeli pasca pembangunan gedung baru tak seramai sebelumnya.

"Ya bayangkan saja ini ada yang mengisi stan di dalam, tapi ada juga yang tetap bertahan di TPS (Tempat Penampungan Sementara) padahal gedungnya sudah selesai dibangun," ujarnya.

Ia menyayangkan sikap Pemkot dan pengembang yang tidak mau duduk bersama, menyelesaikan kasus ini.

Ia berharap semua bisa berkepala dingin selesaikan kasus Pasar Turi, karena yang menjadi korban adalah masyarakat umum dan pedagang Pasar Turi yang merupakan rakyat kecil.

"Kepada siapa lagi kami mengadu, kepada siapa lagi kami mengeluh, Pemkot jangan tutup mata," terangnya.(bh/as)

Share : |

 
Berita Terkait Pasar
Diduga Korupsi Pasar Baqa Rp 2 Milyar, Mantan Kadis Pasar Ditahan Bersama 2 Tersangka Lain
Sejak 4 Tahun Terakhir Pasar Mingguan Kian Sepi di Desa Tanjung Alam, Kinal
Tersangka Korupsi Pasar Baqa Samarinda Belum Ditahan karena Oditor Belum Turun
Polemik Kasus Pusat IT Terbesar Hi-Tech Mall Surabaya, APTIKNAS Jatim Siap Berkontribusi
Mengapa Tersangka Korupsi Proyek Pasar Baka Samarinda Tidak Ditahan?
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
BNNK Balikpapan Amankan Suami Istri Kurir Sabu dengan Barbuk Sabu 2 Kg
Presiden Prancis Emmanuel Macron: 'Jangan Memberi Cap Buruk kepada Muslim dan Pemakai Hijab'
KPK Tetapkan 3 Tersangka dari OTT Kasus Proyek Jalan Rp 155,5 Milyar di Kaltim
Vonis 12 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Milyar untuk Trisona Putra Pemilik 499,4 Gram Sabu
BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi
Beroposisi, Itu Baru High Politics?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi
BEM SI Kembali Gelar Aksi Siang Ini Mendesak Jokowi Terbitkan Perppu KPK
Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?
Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Pernyataan Din Syamsuddin terkait Kasus Penyerangan atas Menko Polhukam Wiranto
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]